Pages

--(; SURAT CINTAKU UNTUK PIMPINAN ROIS ’13-’14 ;)--



Ikhwan wa Akhwat fillah pimpinan Rois Fmipa ’13-’14 yang ana cintai karna Allah. Semoga keridhoan dan inayah Allah senantiasa tetap tercurah kepada antum wa antuna yang tetap menjaga komitmen dan gairah giroh untuk terus tetap berdakwah.
Sebelumnya mari kita bersyukur dalam keadaan kerendahan diri dan penghambaan kepada Allah SWT. Serta rangkaian kata selawat dan salam kita haturkan kepada sang revolusioner pengubah peradaban ummat manusia nabi Allah Muhammad SAW. Mari kita haturkan do’a kepada para pejuang, para tabi’in, para mujahid dakwah, para ulama, para aktifis dakwah kampus yang tak pernah henti mengusung panji islam dan menegakkan kalimat Allah di muka bumi.Dan tak lupa kita juga berdo’a kepada kedua orang tua kita yang dengan keridhoannya dan do’a-do’a disetiap sujudnya sehingga Allah ridho terhadap kita dalam menjalani setiap aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Smoga mereka menjadi sumber motivasi, inspirasi dan kekuatan dalam menjalankan amanah-amanah yang ada di pundak kita masing-masing.
Ikhwan waAkhwat fillah, kalo ana boleh jujur kehadiran antum wa antuna dalam setiap prosesi agenda dakwah kita memberikan sebuah ketenangan dan kekuatan pada diri ana pribadi. Hati ana tidak akan pernah berhenti mencari sebelum ana tau sedang apa dan lagi dimana antum jikalo antum absen dalam kegiatan dakwah kita. Mungkin ini kelihatannya sedikit berlebihan, akan tetapi inilah naluri seorang Qiyadah yang dia Cinta dengan saudara-saudari yang dipimpinnya. Dan ana juga sangat berterimakasih yang sebesar-besarnya kepada antum semua, dengan giroh, semangat, kreatifitas serta inisiatif antum wa antuna membuat roda dakwah ini terus berjalan tanpa henti. Ukhwah yang selama ini kita bangun dalam wajihah dakwah ini memberikan sebuah kesenagan dan suka ria tersendiri dalam hal melaksanakan agenda-agenda dakwah meskipun tidak dapat kita pungkiri bahwa amanah dakwah di ROIS memang berat dan tiada henti.
Ikhwan wa Akhwat fillah yang rindu akan kemenagan dakwah ini,
Rohani Islam (ROIS) adalah sebuah wajihah dakwah yang sangat sentral dan penuh potensi. Sesuai dengan arti dalam bahasa arabnya, “Rois=Pemimpin”, semoga wajihah ini dapat mencetak kader-kader pemimpin masa depan. Rois merupakan ujung tombak peng-inisiasi kemajuan dakwah di Fmipa Unila sehingga sempat kita mengemban sebuah julukan yang namanya Pesantren Unila. Sekitar 15 tahun yang lalu wajihah ini berdiri berkat perjungan dan pengorbanan para pendahulu aktivis dakwah di Fmipa sampai sekarang, banyak transisi dan perubahan yang dialami yang insyaAllah menuju kearah sebuah perbaikan. Dengan nama yang dijulukkan terhadap wajihah ini yaitu sebagai Pesantren Unila, memjadikan sebuah ekspektasi yang seharusnya bisa kita pertanggung jawabkan ke-falidannya.
Rois Fmipa Unila yang estafet kepemimpinannya ada di tangan ana dan tangan antum wa antuna sekarang perlu diakui memang belum menunjukkan tajinya dan ekspansinya dalam kinerja-kinerja dakwahnya. Perlu kita sadari bahwa Rois masih gagal dalam sentuhan syi’ar masif masif terhadap masyarakat kampus terkhusus yang ada di Fmipa Unila. Media tidak berjalan dengan Efektif, terkadang kita buta dan tuli terhadap isu-isu hangat yang sedang terjadi dan kita tidak bisa menjadi leader opinion. Pelayanan yang slama ini kita jungjung tinggi sama sekali tidak pernah kelihatan. Kita bekerja hanya sekedar bekerja, sekedar menggugurkan kewajiban kita dan sekedar mengabiskan progja yang tertulis dalam lembar program kerja kita. Akibatnya setiap agenda dakwah yang kita kerjakan hanya sebatas event organizing yang tidak memberikan efek yang optimal kepada target dakwah kita. Terkadang kita sibuk dengan urusan pribadi kita masing-masing, sibuk dengan targetan-targetan pribadi, sibuk dengan ambisi-ambisi kita, sibuk dengan nafsu-nafsu kita yang kita tidak tau kapan semuanya itu akan berakhir.
Saudara-saudariku seaqidah dan seperjuangan, pada hakikatnya wajihah dakwah itu adalah konsepnya Melayani, dan tugas kita adalah memberikan pelayanan yang maksimal kepada objek dakwah kita. Jangan sampai Rois mengalami degenerasi kader karna pola pembinaan dan pelayanan yang kurang maksimal. Perlu diketahui juga bahwasanya Rois adalah lembaga eksekutor yang tidak hanya mengerjakan event, event, dan event sajatetapi lebih dari itu Rois harus mampu menjadi sosok inspirator, inisiator dan komunikator. Tugas berat ini sebenarnya ditentukan oleh keadaan ruhiyah kader-kadernya yang kuat termasuk ana pribadi sendiri dan antum wa antuna semuanya. Karna sejatinya lembaga ini adalah lembaga amal sehingga orientasi kita adalah beramal. Keadaan ruhiyah yang baik juga harus didukung oleh usaha dan kreatifitas yang kita miliki. Boleh jadi wajihah dakwah ini mengalami kemunduran karna keadaan ruhiyah kita yang kurang baik atau kita tidak mempunyai usaha dan kreatifitas, yakinlah ketiganya sangat bersangkutan.
Mengkritisi setiap agenda yang telah kita laksanakan dalam kurun sepuluh bulan terakhir ini, banyak agenda dakwah kita yang telah kita laksanakan dan agenda dakwah tersebut sudah merupakan bagian dari sistem yang ada selama ini artinya dari tahun-tahun sebelumnya agenda tersebut sudah sering dilaksanakan, dan diulangi dari tiap tahun ke katahun, tapi mengapa kesalahan dan kekurangannya selalu sama setiap tahunnya. Terkadang kalo ana lihat kita slalu dadakan dalam meng-creat agenda, persiapan kurang maksimal dan terkadang keputusan yang diambil hanya keputusan sepihak tanpa prosesi Syuro’, terlebih lagi jarang kita lakukan evaluasi setelah agenda selesai dilaksanakan. Kepanitian-kepanitian yang kita bentuk selama itu tidak begitu terkontrol sehingga kita gagal me-manage kepanitiaan dengan baik akibatnya kepanitiaan yang kita bentuk bisa jadi penyebab utama futurnya kader-kader yang kita miliki.
Proses kounikasi antara anggota, pimpinan maupun presedium patut kita pertanyakan. Sering kali ana mendengar seorang anggota bidang tidak tau menahu tentang agenda yang sedang berjalan di Rois padahal agenda tersebut merupakan salah satu dari progja bidang tersebut. Hal ini mengindikasi proses komunkasi yang kurang baik. Dan mirisnya komunikasi serta kordinasi antara kabid/kabir dengan sekbid/sekbir masih ada yang bermasalah. Wallahu’aklam.., masalahnya dimana. Yang jelas pelaksanaan agenda dakwah tidak akan pernah berjalan dengan baik dan maksimal tanpa ada komunikasi dan kordinasi yang baik. Dengan komunikasi yang lancar setiap kader bisa memberikan sumbangsinya baik pemikiran, ide maupun tenaga dalam setiap agenda yang akan dilaksanakan, sehingga keputusan yang diambil bukan merupakan keputusan yang sepihak. Semoga kedepannya lebih baik.

Ikhwan wa Akhwat fillah, sekiranya itu saja yang bisa saya ungkapkan. Ana mohon dengan waktu yang tersisa kita di ROIS, mari kita kerahkan semngat, giroh, tenaga dan ide-ide besar kita untuk kemajuan dakwah di Fmipa kedepannya. Karna sejatinya dakwah itu tidak mengenal sikap ganda, dakwah hanya mengenal satu kata yaitu totalitas. Semoga di akhir kepengurusan nanti kita meninggalkan sebuah kenangan manis, sebuah karya yang nyata dan sebuah sistem yang baru untuk kemajuan dakwah selanjutnya. Mari kita mencatat sejarah kita masing-masing dengan warna terindah yang kita miliki. Akhir kata, mohon maaf atas segala kehilafan. Semoga dakwah ini bisa tetap pada asholahnya dan ke futuh-an Fmipa ini segera terwujud.




Tdd.


Ketua Umum ROIS Fmipa Unila
 

Unknown

No comments:

Post a Comment

Instagram